Harian
05.30
Jumat Pertama
05.30
Sabtu
16.00; 18.00
Minggu
Pagi 7.00; Sore / Malam 16.00

Sekretariat



Sejarah berdirinya Gereja dan Candi Ganjuran merupakan prakarsa dari keluarga Schmutzer. Merupakan gereja Katolik pertama yang didirikan di kabupaten Bantul. Kompleks Gereja dan Candi Ganjuran terletak + 20 Km di sebelah selatan kota Yogyakarta, tepatnya berada di dusun Ganjuran, desa Sumbermulyo, kecamatan Bambanglipuro, Bantul. Sekarang ini, komplek Gereja Ganjuran telah dikenal oleh umat Katolik di Indonesia sebagai tempat ziarah yang bernuansa jawa.
Sebagai seorang Belanda yang jatuh cinta pada budaya jawa, Schmutzer memiliki keinginan membuat sebuah gereja dengan corak Jawa. Oleh karena itu, Schmutzer meminta ijin kepada Tahtah Suci untuk membangun gereja dengan corak Jawa. Namun, hanya patung Altar Jawa dan patung Hati Kudus yang disetujui oleh Tahtah Suci. Bangunan gereja masih menggunakan gaya bangunan Belanda. Pembangunan gereja berhasil diselesaikan pada tanggal 16 April 1924, namum baru beberapa bulan kemudian, tepatnya tanggal 20 Agustus 1924, Vicaris Apostolik Batavia Mgr. J. M van Velsen hadir di Ganjuran untuk memberkati altar.

Tahun 1934-1940 merupakan masa persiapan menjadi sebuah Paroki yang diperjuangkan oleh pastor A. Soegijapranata, SJ dan pastor A. Elfrank, SJ namum baru resmi menjadi sebuah Paroki pada tahun 1940 dengan pastor A. Soegijapranata, SJ menjadi Pastor Paroki yang pertama. Seiring perkembangan umat Katolik yang besar, bangunan Gereja tidak lagi mampu menampung umat yang semakin banyak. Pada tahun 1942, dilakukan perluasan gedung ke arah barat dengan panjang 15 meter oleh pastor Soegijapranata, SJ.
Lingkungan :
Wilayah :
Batas
Utara : Paroki Bantul
Selatan : –
Timur : Paroki Bantul dan Paroki Bandung
Barat : Paroki Bantul