TAMAN DOA BUNDA MARIA PELINDUNG KELUARGA

Taman Doa Bunda Maria Pelindung Keluarga merupakan bagian dari komplek Peziarahan Rm. JB Prennthaler SJ yang berada dalam administrasi Paroki Santa Theresia Lisieux Boro. Taman Doa Bunda Maria Pelindung Keluarga ini menjadi sebuah bagian keterikatan langsung dengan pribadi Rama JB Prennthaler SJ sebagai seorang misionaris yang hadir di perbukitan Menoreh.

PADA MULANYA

Gagasan awalnya adalah sebagai sebuah pelataran Maria. Menurut falsafah orang Jawa, sebuah rumah pasti mempunyai latar atau halaman dimana anak-anak bisa bermain di halaman; orang tua pun akan merasa aman, ayem, tidak takut anaknya hilang. Konsep ini diwujudkan dalam desain taman doa yang menyerupai pelataran makam Rm. Prenthaler SJ yang berbentuk Joglo.

IKON

Taman Doa Bunda Maria Pelindung Keluarga ini terdiri dari 12 ikon di sini kanan dan kiri yang menjadi simbol kehadiran 12 Rasul Yesus yang juga menyimbolkan Kerasulan Rm. Prennthaler di bukit Menoreh (Pedebus Apos-tulorum). Ikon tersebut juga mengandung ajakan bagi banyak jiwa yang datang ke taman doa untuk menjadi rasul-rasul pembawa pembebasan (Rasul Bonum Commune).

PILAR

Selain itu ada 7 pilar (tiang) yang di belakang Patung Bunda Maria Pelindung Keluarga. Ketujuh pilar itu melambangkan ketujuh karunia Roh Kudus yang hendaknya senantiasa dimohonkan bagi peziarahan hidup kita sebagai orang beriman. Ketujuh karunia Roh Kudus adalah Roh Kebijaksanaan (hikmat), Roh Pengertian, Roh Nasihat, Roh Keperkasaan, Roh Pengenalan akan Allah, Roh Kesalehan, dan Roh Takut akan Allah.

Besar harapan kita bersama Bunda Maria Pelindung Keluarga dan para Rasul hadir di hadapan Tuhan memohon ketujuh karunia Roh Kudus yang menyemangati peziarahan hidup kita sehingga dimampukan menjadi Rasul-rasul bonum commune jaman ini.

PENGEMBANGAN

Sejak diresmikan tanggal 7 Januari 2018 oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubyatmoko Pr dan Bupati Kulon Progo dr H Hasto Wardoyo, Taman Peziarahan Rm Prennthaler dan Taman Doa Bunda Maria Pelindung Keluarga, dengan rahmat Tuhan melalui tangan-tangan kasih telah cukup banyak berkembang dan akan terus berkembang.

Selain terwujudnya 12 ikon Para Rasul di kanan kiri pelataran Maria, terwujud pula patung Rm. JB Prennthaler SJ di samping nisan sang Rasul Pejalan Kaki.

Air berkat yang diambil dari Sendangsono (Rm. Prenn lah yang membawa dan memasang Patung Bunda Maria Sendangsono) disediakan untuk peziarah yang menginginkan.

Untuk kenyamanan peziarah, tempat parkir mobil dan bus kecil juga sudah dibenahi.

Salah satu rencana kedepan yang sudah hampir selesai adalah pembangunan stasi Doa Jalan Salib di samping kiri pelataran.

Agenda rutin:

  • Perayaan Ekaristi setiap malam Selasa Kliwon pukul 18.00, setiap malam Jumat Kliwon pukul 18.00
  • Novena Tri Sembah Bekti, bulan Mei, Agustus, dan Oktober di Minggu ke 2, 3, 4 setiap bulannya pukul 10.00

Leave a Reply