Rekoleksi 7 Aturan Emas Komkel Kevikepan DIY

Kehidupan perkawinan harus tekun, karena kalau tidak kasih tidak bisa maju. Ketekunan dalam kasih, dalam masa-masa baik maupun dalam masa-masa sulit. Tetapi kasih bertekun, maju, selalu berusaha menyelesaikan berbagai hal, menyelamatkan keluarga. (PAUS FRANSISKUS, Homili, 2 Juni 2014)

Komisi Keluarga Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menyelenggarakan rekoleksi, kali ini dengan tema 7 Aturan Emas.  Rekoleksi di hadiri TPKP se-Kevikepan DIY sebanyak 53 orang serta dihadiri PH Komisi Keluarga Kevikepan DIY.

Rekoleksi sendiri dilaksanakan pada hari Minggu, 24 November 2019 bertempat di ruang Kencana  Kantor Perwakilan BKKBN DIY. Sebagai pembicara dan pemberi materi adalah pasutri Edy-Indi dan Supomo-Anna.

Berikut 7 aturan emas dalam perkawinan :

1. Dasar yang kokoh.

  • Setiap orang yang membangun rumah, terus tetap membangun karena ia tahu bahwa pondasi rumahnya kokoh.
  • Cinta bukanlah cinta, kalau ia tidak berubah dan tetap sama” (Shakespeare)
  • Namun demikian cinta itu bisa berubah dan bertumbuh
  • Waktu itu terbang dan tidak dapat diputar kembali
  • Anda harus punya  waktu bersama….
  • Waktu keluarga bukanlah waktu ketika pekerjaan dak kesibukan selesai….pekerjaan kita tidak akan pernah selesai…jangan pernah berkatan bahwa masih ada banyak waktu…
  • Waktu bersama yang dirindukan untuk bersukacita (ada bersama anak, sukacita pasutri, rekreasi bersama )

2. Membangun komunikasi yang baik.

  • Hal yang paling mendasar dalam berkomunikasi adalah bagaimana membawa arah pembicaraan.
  • Tetapkan berbicara dan tetap mendengar satu sama lain
  • Persoalan komunikasi diawali dengan putusnya relasi, dilanjutkan dengan ketidakterbukaan…tetapi kalau tidak ada keterbukaan..dia akan terbuka pada orang lain
  • komunikasi bukanlah bertukar pikiran-gagasan
  • komunikasi adalah soal membiarkan diri dikenal dan mengenal.
  • komunikasi adalah motor dari relasi

3. Cinta dalam Tindakan

  • Inilah cinta itu bahwa Allah telah mengutus anakNya yang tunggal dan menjadi tebusan bagi kita. (1 Yoh 4).
  • Proses menuju cinta dewasa :
  • cinta dewasa semakin meninggalkan cinta romantis: gejolak, emosi, passion.
  • cinta tidak lagi dipadang sebagai sesuatu yang abstrak tetapi semangat yang nampak bentuk TINDAKAN yang sederhana
  • Berani Kehilangan Diri Sendiri Untuk Pasangan dan Perkawinan adalah medan pergumulan
  • Cinta: membuat  orang lain merasa demikian berharga
  • Kasih Dalam 5 bahasanya (Kata-kata Peneguhan, Waktu bersama, Pemberian Hadiah, Pelayanan, Sentuhan Fisik)
  • Diskusikan perbedaan anda dan berdoa bersama.  Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

4. Conflict Resolution

  • Mereka yang berhasil dalam perkawinan adalah mereka yang mengatasi masalah mereka bersama-sama dan yang mampu mengalahkan diri mereka sendiri
  • Sumber konflik
  • Ribetnya proses ajustment karena perbedaan:
    • pria dan wanita
    • latar belakang keluarga
    • impian, cita-cita berbeda
  • Pudarnya fokus perhatian pada pasangan krn konsentrasi yang mengarah kepada anak dan pekerjaan.
  • persoalan-persoalan baru yg muncul paska perkawinan.
  • Tahap-tahap konflik
  • Peningkatan ketegangan
  • Melumpuhkan pribadi
  • Menarik dan menghindar
  • Penilaian negatif
  • Tiga gaya berkonflik (Mengesampingkan konflik, Menghindari konflik, Mengatasi Konflik)

5. Kekuatan pengampunan

  • Berlatihlah untuk saling mengampuni
  • Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila Yang seorang, menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu. Kamu perbuat juga demikian.
  • Luka-Kemarahan-Kepahitan:
  • Luka dalam perkawinan membawa pada kemarahan – kepahitan
  • Situasi hidup berada dalam tiga jalur :
    • menyesali diri
    • bersikap jahat
    • membalas dendam
  • Tanggungjawab kita
  • Luka  dalam perkawinan sebagian besar terjadi karena sifat dan pergumulan kita sendiri.
  • Pergumulan pengampunan lebih besar di dalam dari pada kepada pasangan,
  • Mengembalikan intimitas
  • Segala kepahitan, kegeraman,kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan .(Ef 4:31)
  • Pengampunan ini bukanlah tidakan yang hanya sekali saja, tetapi tindakan permanen. Martin Luther King

6. Orang tua dan mertua

  • Hormati Orang tua, jangan dikendalikan oleh mereka
  • Dengan menikah kita mempunyai 4 orang tua yang sama-sama mencintai kita dan berdoa untuk kita. Kitapun juga mencintai dan berdoa untuk mereka.
  • Your raised this man with love within whom I will spend my life. He is proud to be your son, and I am blessed to be his Wife.
  • Perkawinan katolik adalah extended love, mengalir dari ekslusif dan intimate love.  Mereka kita sebuat sebagai keluarga besar, berbeda dengan perkawinan dan keluarga ini.
  • Kompleksnya persoalan keluarga yang sudah ada sejak awal perkawinan
  • Pemahaman yang umum: ikatan darah lebih kuat dari ikatan perkawinan.
  • Intervensi untuk menyelamatkan perkawinan
  • Orang tua membutuhkan kehadiran – balas budi dengan orang tua.
  • Tangisan  orang tua dalam perkawinan adalah tantangan baru mereka untuk menempatkan relasi mereka secara baru.
  • Mereka mengalami “empty nest” .
  • Mereka membutuhkan waktu untuk berproses menjadi orang tugas-tugas itu kita bantu.

7. Seksualitas yang baik

  • Jangan mengabaikan intimitas seksual
  • Bahwa barang siapa melihat seorang wanita dan menginginkannya, ia sudah berzinah dalam hatinya. Mat 5,29
  • Relasi seksual suami isteri harus merupakan ungkapan cinta dan kesetiaan suami isteri. Dan dalam relasi itu dinyatakan cinta dan saling menghormati pribadi melalui bentuk kebersamaan seluruh hidup dan bentuk ungkapan cinta yang menyuburkan.”
  • Mitos Relasi Seksual :
  • Suami selalu siap untuk mengadakan relasi seksual.
  • Suami harus mengambil inisiatif mengadakan relasi seksual.
  • Isteri yang mengambil inisiatif relasi seksual adalah isteri yang tidak baik (jelek-murahan).
  • Relasi seksual itu sama dengan coitus.
  • Seksualitas itu alamiah, tidak perlu dibicarakan atau dibahas.
  • Setiap relasi seksual harus berakhir dalam penetrasi.
  • Seorang suami harus tahu bagaimana memuaskan isterinya.
  • Jika suami isteri saling mencintai, maka mereka harus tahu bagaimana memuaskan satu sama lain.
  • Berfantasi seksual selama relasi seksual itu merupakan suatu penyakit psikologis.
  • Seksualitas ada untuk kedewasaan kita  dan mengungkapan cinta  pasangan
  • Seks bukan kewajiban, melainkan pemberian
  • Kepuasan seks adalah kesatuan S-I
  • Kemurnian seks kemurnian kasih
  • Seks adalah KUDUS
  • Seksualitas itu adalah suatu pemberian.
  • Seksualitas manusia itu sungguh-sungguh manusiawi.
  • Seksualitas bukan milik tetapi manusia adalah pribadi seksual. Seksualitas memperoleh nilai dan arti dalam kerangka pribadi.
  • Pasangan adalah hadiah dan anugerah terindah dari Tuhan

Leave a Reply