GOA MARIA LAWANGSIH DAN GOA MARIA PANGILONING LERES

Goa maria Lawangsih dan Goa maria Pangiloning Leres terletak di kawasan Pegunungan Menoreh, tepatnya di Dusun Patihombo, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara kegerejaan berada diwilayah Paroki Administratif Santa Maria Fatima Pelem Dukuh yang berinduk di Paroki Santa Maria Tak Bernoda Nanggulan, Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang.

“ Menemukan Tuhan dalam Keheningan” adalah istilah yang tepat untuk menggambarkan Goa Maria Lawangsih, karena merupakan gua alami dan udaranya sangat sejuk, letaknya jauh dari keramaian kota membuat tempat ini sangat nyaman untuk berdoa maupun bersemedi / meditasi, mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.

Goa Maria Lawangsih semula merupakan tempat bersarangnya kelelawar (oleh masyarakat disebut Gua Lawa) yang sebenarnya sudah ada sejak dulu, namun pintu gua tersebut dulunya kecil (tidak tampak luas seperti sekarang) karena tertutup tanah, sehingga pada saat di bangun umat melakukan kerja bakti untuk menggali tanah yang menutupi pintu gua dan memperluas pelatarannya. Air yang mengalir di gua ini juga dimanfaatkan warga untuk mandi, mencuci, memasak sedangkan kotoran kelelawar dimanfaatkan untuk memupuk tanaman.

Nama “Lawangsih” dimaksudkan untuk mengabadikan nama asli gua tersebut sekaligus memiliki makna rohani. “Lawangsih” berasal dari kata lawang (bahasa jawa : pintu) dan sih (bahasa jawa : rahmat atau berkat), sehingga Goa Maria Lawangsih diharapkan bisa menjadi pintu berkat/rahmat bagi para pendoa, peiarah dan masyarakat sekitarnya.

Pada pintu gerbang masuk ke kawasan Goa Maria Lawangsih terdapat tulisan dengan huruf jawa “Wiwaraning Swarga Luhuring Panembah”. Kalimat tersebut merupakan sengkalan bahasa Kawi yang artinya “tahun 2009”. Tahun 2009 ini untuk mengabadikan peristiwa pemasangan patung Bunda Maria di Goa Maria Lawangsih. Wiwaraning berarti jalan, swarga berarti surga, panembah berarti umat, sehingga kalimat tersebu dimaksudkan jalan menuju surga dapat ditemukan / ditempuh dengan perbuatan dan sifat-sifat luhur dari umat itu sendiri.

Sejarah singkat :

  • Th 1988 : muncul ide dari Dewan Stasi (Bp. Martinus Warno Saputro dan Bp. Theodolus Supino) menjadikan Gua Lawa menjadi Gua Maria (tempat doa). Paroki Adm St. Maria Fatima Pelem Dukuh dulunya merupakan Stasi, pada tgl 22/12/2013 resmi menjadi Paroki Administratif. Ide menjadikan Gua Lawa menjadi tempat doa belum bisa diwujudkan karena lokasi tersebut masih milik warga yang diperkirakan tidak mudah merelakan tanahnya untuk tempat doa.
  • Th 1990 :diadakannya kegiatan jalan salib oleh Mudika Paroki Boro dari Gua Lawa ke Gunung Pengilon, ditandai dengan memasang kayu salib pada 14 pemberhentian
  • Th 1994 : Pembukaan Goa maria Pangiloning Leres. Pembukaan ini atas gagasan Rm. A. Adi Wardoyo, Pr selaku Romo Paroki Nanggulan yang ingin membuka tempat doa si sekitar Gereja St. Maria Fatima Pelem Dukuh. Goa maria Pangiloning Leres dibangun tepat disebelah barat atas gedung gereja, yang oleh masyarakat dikenal sebagai Gunung Pangilon (nama Goa maria diambl dari nama ini, pangiloning leres adalah bahasa jawa yang berarti “cermin kebenaran”). Pembukaan Goa maria Pangiloning Leres ditandai dengan pemasangan patung Bunda Maria dan Misa Pembukaan Buan Maria (Mei 1994) oleh Rm. A. Adi Wardoyo Pr dan Rm. Fx Suharto Wididi, Pr.
  • Th 2000 : Pemasangan patung Yesus di Goa maria Pangiloning Leres. Patung ini merupakan ide, prakarsa dan bantuan dari Rm. Tri Wahyono, Pr yang merupakan Romo Paroki Nanggulan saat itu. Dalam ide nya, Rm. Tri menggambarkan gereja dan gua adalah bahtera (karena bentuknya seperti kapal) dengan Tuhan Yesus sebagai nahkodanya.
  • Th 2003 : Muncul kembali ide untuk menjadikan Gua Lawa menjadi Gua Maria karena tanah lokasi Gua Lawa di beli oleh Bp. Theodolus Supino (Ketua Dewan Stasi saat itu).
  • Th 2007 : Pembangunan panti doa di kompleks Goa maria Pangiloning Leres yang merupakan bantuan dari Bp. Eric-Jakarta. Peletakan batu pertama tgl 25/10/2007 oleh Rm. Ignatius Slamet Riyanto, Pr
  • Th 2008 : Peresmian Panti Doa Goa maria Pangiloning Leres dilaksanakan pada tgl 29/06/2008 oleh Rm. Ignatius Sukawalyana, Pr, Pada tgl 03/07/2008 s/d 24/08/2008 dilakukan persiapan pembangunan Goa maria Lawangsih yang meliputi :
  • Pernyataan hibah tanah secara lisan,
  • Survey lokasi oleh Rm Ig. Sukawalyana Pr (Rm Paroki), Dewan Stasi dan Calon Donatur, Bp. Eric – Jakarta,
  • Pembuatan gambar/kalkulasi dana oleh Bpk. Panut – Gogoluwas dan
  • Rapat-rapat perencanaan oleh Dewan Stasi.
  • Pencangkulan pertama pembangunan Goa maria Lawangsih dilaksanakan pada hari Senin Kliwon, tgl 25/08/2008. Oleh karena itu setiap Senin Kliwon pada tiap bulannya selalu diadakan misa peringatan hari jadi Goa maria Lawangsih pukul 16.00 WIB.
  • Misa Perdana di Goa maria Lawangsih diadakan pada tgl 30/09/2008 sekaligus misa pembukaan Bulan Rosario oleh Rm. Ig Slamet Riyanto, Pr.
  • Th 2009 : Prosesi arak-arakan dan pemasangan patung Bunda Maria di Goa maria Lawangsih tgl 29/09/2009. Prosesi ini dimulai dari Gereja St Maria fatima Pelem Dukuh menuju Goa maria Lawangsih, dipimpin oleh Rm. Ignatius Slamet Riyanto, Pr.
  • Th. 2010 : Pemasangan patung Yesus di panti semedi di Goa maria Lawangsih tgl 01/05/2010 oleh Rm. Ignatius Slamet Riyanto, Pr, Peresmian Goa maria Lawangsih oleh Bupati Kulon Progo : Drs Toyo Santoso Dipo tgl 25/05/2010
  • Th. 2013 Pemberkatan Goa maria Lawangsih oleh Uskup KAS Mgr. Johannes Pujasumarto pada tanggal 22/12/2013
  • Th. 2018 Pembangunan Kapel Goa maria Lawangsih dan Rumah Singgah. Bangunan ini diberkati oleh Uskup KAS Mgr Robertus Rubiyatmoko
  • Th 2019 : Renovasi relief jalan salib

CP Panitia Pengelola : Florentinus Supriyanto (0813 9271 9198)
Rekening :
No rek : 022.211.002053
Bank : BPD DIY Capem Nanggulan
Atas Nama : QQ Goa maria Pelem Dukuh
Social Media : Facebook gua maria lawangsih
Instagram @guamaria_lawangsih
Email : guamaria_lawangsih@yahoo.com
Web : www.guamarialawangsih.org

Leave a Reply