Bulan Katekese Liturgi 2020 Hari Ke-8

Gereja sebagai Satu Tubuh

Setiap Perayaan Natal, warga lingkungan St. Lukas memiliki kebiasaan saling mengunjungi, satu terhadap yang lain. Setiap keluarga Katolik dikunjungi satu per satu di rumahnya, baik yang aktif maupun yang tidak aktif. Ketika mengunjungi keluarga Lik Karyo, tanpa ditanya ia berkata, “Bapak, ibu, dan anak-anak, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungannya. Saya mohon maaf, nggih, selama ini saya tidak aktif di lingkungan, saya jarang hadir dalam kegiatan doa di lingkungan dan kegiatan lainnya. Semoga setelah ini saya bisa aktif di lingkungan. Mohon doakan saya.” Semua yang hadir secara serentak mengamini, “Amin. Terima kasih juga, Lik Karyo. Kami turut mendoakan selalu.”

Luar biasa! Lingkungan St. Lukas mempunyai tradisi yang sangat baik. Kalau saja tradisi seperti ini bisa dilakukan di semua lingkungan di Keuskupan Agung Semarang, betapa indah paguyuban dan persaudaraan di antara umat Katolik. Santo Paulus dalam suratnya kepada umat di Korintus (1Kor. 10:16-17) menegaskan bahwa kita semua ini adalah satu tubuh karena kita semua mendapatkan bagian dalam roti dan piala yang satu. Dengan menerima Komuni saat merayakan Ekaristi, kita menerima dan sekaligus turut ambil bagian dalam Kristus. Karena ambil bagian dalam Kristus yang satu dan sama, kita satu sama lain disatukan dalam ikatan persekutuan dan persaudaraan. Dengan demikian, persekutuan kita sebagai Gereja itu bersumber dan berpuncak pada Ekaristi.

Bukan hanya rahmat persekutuan yang kita terima dalam Ekaristi tetapi juga perutusan. Di akhir Perayaan Ekaristi, kita semua diutus, “Pergilah, kalian semua diutus“. Kita semua diutus membangun persekutuan, kommunio. Secara nyata, perutusan untuk membangun persekutuan itu antara lain diwujudkan dalam keterlibatan dan kehadiran di kegiatan-kegiatan lingkungan. Lingkungan adalah bentuk komunitas dan persekutuan yang paling konkret dialami dan dihidupi oleh kita umat beriman. Selanjutnya, persekutuan umat kristiani ini diutus untuk terlibat dalam suka duka kehidupan masyarakat dan bangsa.

Leave a Reply