Bulan Katekese Liturgi 2020 Hari Ke-13

Unity and Diversity in the Body Kongres Ekaristi IV Keuskupan Agung Semarang

Ada banyak contoh tentang kesatuan dalam perbedaan yang justru menampakkan keindahan dan keagungan. Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara kita Garuda Pancasila. Musik orkestra: merupakan perpaduan dari begitu banyak alat musik yang berbeda, tetapi begitu dimainkan secara harmonis dan terpadu, jadilah musik yang sangat indah dan agung. Gamelan Jawa atau alat musik daerah lainnya sama saja: ada banyak alat musik tetapi ketika dimainkan secara terpadu, jadilah suatu musik yang sangat indah dan merasuk kalbu. Taman yang indah juga karena terdiri atas bermacam-macam bunga dan tanaman yang berbeda tetapi ditata sedemikian rupa sehingga harmonis dan indah dipandang.

Begitu pula umat Allah. Ada bermacam-macam bentuk panggilan, bentuk pelayanan, bentuk persekutuan, macam-macam kelompok kategorial, macam-macam kelompok minat dan devosi dalam Gereja, tetapi semuanya ada dalam satu tubuh, yakni Gereja. Santo Paulus sangat jelas menunjukkan adanya macam-macam karunia tetapi sebenarnya berasal dari satu Roh (1Kor. 12:1-11). Begitu pula ada macam-macam kelompok umat dari berbagai bangsa dan bahasa, tetapi semuanya dipanggil dalam satu tubuh, yaitu Tubuh Kristus, Gereja. Ada banyak anggota tetapi satu tubuh (1Kor. 12:12-30). Begitu pula Keuskupan Agung Semarang terdiri atas berbagai kelompok umat, dengan segala macam variasi perbedaan, entah suku bangsa, bahasa, minat, devosi, kelompok kategorial, dan seterusnya, tetapi semuanya dipanggil dalam satu tubuh, yaitu Gereja yang adalah Tubuh Kristus. Inilah makna dari judul bahasa Inggris di atas Unity and Diversity in the Body yang menjadi tagline, semboyan, atau slogan KEK KAS IV.

Tema besar KEK KAS IV adalah: “Ekaristi: Sumber bagi Orang Katolik yang transformatif dengan rupa-rupa karunia tetapi satu Roh” (1Kor. 12:4). Fokus KEK IV ini adalah “Ekaristi mempererat persaudaraan dan mentransformasi kita menjadi komunitas yang kudus dan misioner” (bdk. GE 142). Semoga KEK KAS IV pada bulan Juni 2020 besok, dapat berlangsung lancar, bermakna, dan berdaya ubah.

Leave a Reply